Terdapat
perubahan yang berarti dari budaya politik para elite dan pembangunan ekonomi
antara 1961-1964 dan 1968-1971. Dengan
menggunakan analisis varian multivariate telah dibuktikan bahwa perubahan
politik para elite dari periode I ke periode II tidak terlalu berarti.
Perubahannya sangat terbatas. Tidak semua dimensi budaya politik dan para elite
terlihat berubah. Dengan kata lain, perubahan orientasi politik terhadap
masalah-masalah masyarakat terutama masalah
ekonomi, berjalan agak lambat dari periode Orde Lama ke Orde Baru.
Dengan
menggunakan tes univariate untuk menyaring tiga variable budaya politik, yaitu
pola kepemimpinan, sikap terhadap tradisi dan perubahan, serta sikap terhadap
mobilitas, Nampak adanya perubahan secara negatif pada variable yang terakhir
antara kedua periode. Pada periode II para elite malah kurang berminat atau
kurang memberi perhatian pada keadilan social atau nasib rakyat kecil.
Perkembangan waktu diharapkan akan merubah pikiran para elite, terutama mulai
tahun 1974 timbul tuntutan gencar dari masyarakat untuk memperoleh keadilan
social. Pada siding MPR 1978, pemerintah mengambil langkah yang tegas dan
menampung harapan rakyat di dalam program 8 jalur pemerataan, walaupun
pelaksanaannya masih perlu diperjelas.
Dengan
menguji dua belas indicator ekonomi berdasarkan analisa itu, didapatkan bahwa
perubahan ekonomi di antara kedua periode yang sama di atas cukup berarti,
disbanding dengan perubahan budaya politik.Tetapi dengan menggunakan test
variate hanya didapat 3 dari 12 variabel ekonomi yang benar-benar berubah
antara periode I dan II. Mungkin sebabnya bahwa indicator-indikator ekonomi
yang ditemui tidak banyak berubah. Ini ditampilkan dalam bentuk jumlah per
kapita. Penambahan penduduk yang sangat besar pada tahun 1960-an mengurangi
arti perubahan ekonomi yang dihitung dalam bentuk per kapita. Variabel-variabel
yang benar-benar berubah dan meningkat dari periode I ke periode II adalah
konsumsi masyarakat, ekspor dan produksi beras.
Rencana
pembangunan dan evaluasi terhadap pelaksanaan dan tujuannya harus
memeprhitungkan bagaimana dan sampai di mana usaha-usaha dilakukan untuk
memodernisir masa rakyat, tetapi hendaknya pula tidak dilupakan bagaimana para
elite memperbaharui diri dan saling membantu berpartisipasi secara kreatif
dalam kepemimpinan mereka bagi pembangunan rakyat. Masih banyak factor lain yang langsung
memepengaruhi pembangunan ekonomi selain masa rakyat. Tetapi, pola kepemimpinan
para elite mempunyai hubungan yang sangat erat dengan pola dan tingkat kemajuan
pembangunan ekonomi masayarakat.
