Minggu, 09 September 2012

Pengaruh Budaya Politik terhadap Pembangunan Ekonomi



Terdapat perubahan yang berarti dari budaya politik para elite dan pembangunan ekonomi antara 1961-1964 dan 1968-1971.  Dengan menggunakan analisis varian multivariate telah dibuktikan bahwa perubahan politik para elite dari periode I ke periode II tidak terlalu berarti. Perubahannya sangat terbatas. Tidak semua dimensi budaya politik dan para elite terlihat berubah. Dengan kata lain, perubahan orientasi politik terhadap masalah-masalah masyarakat terutama masalah  ekonomi, berjalan agak lambat dari periode Orde Lama ke Orde Baru.
Dengan menggunakan tes univariate untuk menyaring tiga variable budaya politik, yaitu pola kepemimpinan, sikap terhadap tradisi dan perubahan, serta sikap terhadap mobilitas, Nampak adanya perubahan secara negatif pada variable yang terakhir antara kedua periode. Pada periode II para elite malah kurang berminat atau kurang memberi perhatian pada keadilan social atau nasib rakyat kecil. Perkembangan waktu diharapkan akan merubah pikiran para elite, terutama mulai tahun 1974 timbul tuntutan gencar dari masyarakat untuk memperoleh keadilan social. Pada siding MPR 1978, pemerintah mengambil langkah yang tegas dan menampung harapan rakyat di dalam program 8 jalur pemerataan, walaupun pelaksanaannya masih perlu diperjelas.
Dengan menguji dua belas indicator ekonomi berdasarkan analisa itu, didapatkan bahwa perubahan ekonomi di antara kedua periode yang sama di atas cukup berarti, disbanding dengan perubahan budaya politik.Tetapi dengan menggunakan test variate hanya didapat 3 dari 12 variabel ekonomi yang benar-benar berubah antara periode I dan II. Mungkin sebabnya bahwa indicator-indikator ekonomi yang ditemui tidak banyak berubah. Ini ditampilkan dalam bentuk jumlah per kapita. Penambahan penduduk yang sangat besar pada tahun 1960-an mengurangi arti perubahan ekonomi yang dihitung dalam bentuk per kapita. Variabel-variabel yang benar-benar berubah dan meningkat dari periode I ke periode II adalah konsumsi masyarakat, ekspor dan produksi beras.

Rencana pembangunan dan evaluasi terhadap pelaksanaan dan tujuannya harus memeprhitungkan bagaimana dan sampai di mana usaha-usaha dilakukan untuk memodernisir masa rakyat, tetapi hendaknya pula tidak dilupakan bagaimana para elite memperbaharui diri dan saling membantu berpartisipasi secara kreatif dalam kepemimpinan mereka bagi pembangunan rakyat.  Masih banyak factor lain yang langsung memepengaruhi pembangunan ekonomi selain masa rakyat. Tetapi, pola kepemimpinan para elite mempunyai hubungan yang sangat erat dengan pola dan tingkat kemajuan pembangunan ekonomi masayarakat.